Plagiat, sebuah Kreatifitas……
Menulis adalah bagian utama dari kegiatan2 ku. Digeluti oleh banyak orang di luar sana juga. Mungkin juga sekarang ada yang sedang membaca blog-ku ini. Masalah terbesar dalam hobby ini adalah plagiat, sebuah kata yang bagaikan cabe pedas yang gak sadar tergigit ketika memakan makanan yang lezat. Sebuah inspirasi selalu muncul dari ber interaksi atau pun membaca. Ketika dituangkan dalam sebuah tulisan, tanpa ter sadari ada kalimat2 yang kadang mirip atau bahkan sama dengan tulisan orang lain. Kita tidak mengenal referensi dalam sebuah karya fiksi, dan ini menjadi pertanyaan terbesar ku atas inspirasi atau ide yang ku peroleh ketika membaca. Untuk karya non-fiksi, seorang pakar berkelit, itulah gunanya referensi…. Tetapi, untuk seorang siswa atau mahasiswa dengan tujuan menyelesaikan studi nya, ada ‘kode etik’ untuk dipahami. Bagaimana dengan kelompok2 lain di luar mareka? Jadi, apa sebenarnya referensi dalam sebuah tulisan ilmiah? Apakah pertanyaan ini aku tanyakan karena kekurang-fahaman ku atau kah bentuk ketakutan kreatifitas dalam menyusun ide untuk sebuah karya? BINUN DECH…….